Google Translate

Tuesday, 30 June 2015

Kamu Tetaplah Kamu Yang Kukenal


Maaf... aku telah mengirimkan lagi pesan-pesan yang pernah kamu kirimkan padaku.
Karena pesanmu cukup membuat aku terkejut karena kamu sanggup menuliskannya

Mungkin maksudmu supaya tidak usah mengingatmu lagi.
Atau memang kamu tidak ingin mengingatku lagi
Dan di tengahnya ada kebencian,marah,dan dendam  

Apapun alasanmu, aku tegaskan bahwa aku tidak mungkin terluka, karena aku sudah berjanji pada Tuhanku tidak akan pernah mau menyimpan kepahitan ataupun luka hati lagi. 

Aku hanya bisa berdoa semoga suatu hari kamu percaya bahwa semuanya mendatangkan kebaikan. 

Ingatanku hanya satu, 
Walau di dunia yang berbeda,
Kamu Tetaplah Kamu Yang Kukenal
 
Jika suatu hari aku lupa,
Tolong ingatkan aku, bahwa kamu orang pertama yang kulihat di dunia yang penuh warna ini. 




 Hati Yang Terikat ^^

Wednesday, 17 June 2015

Ampuni saya Tuhan...

Saya tidak tahu lagi harus berkomentar apalagi ketika ada teman-teman saya yang mengeluhkan kesalahannya dalam mengambil suatu keputusan hingga menyebabkan penyesalan yang tiada akhirnya.
Akhirnya berpikiran bahwa hidup itu tiada artinya, ada keinginan untuk mengakhiri hidup, dan seolah-olah tiada terang lagi di masa depan. Ada ketakutan karena telah menyakiti orang-orang terdekat. Merasa diri berdosa dan semakin menjauh dari Tuhan. 

Permasalahan yang dikeluhkan seperti penyesalan telah memutuskan menikah, perselingkuhan pasangan, pasangan yang berubah setelah menikah, ketidakterbukaan keuangan dalam rumah tangga, atasan yang tidak peduli, bisnis yang sepi , dihina, difitnah, diancam dan lain-lain. 

Setiap hari merasa stress, dan curhat ke orang lain tanpa pernah ada solusi yang pasti bisa dijalankan. Keinginan untuk berontak tetapi tidak bisa dilakukan karena faktor A,B dan C.

Menurut saya, semua itu terjadi karena terlalu berharap pada manusia. Merasa sanggup berjalan tanpa Tuhan. Merasa diri tidak pantas lagi bertemu dengan Tuhan dan membiarkan iblis menang. Saya mengerti hal itu berat, apalagi kalau masalah tersebut menyangkut berbagai pihak. 

Tetapi Masih Ada Tuhan yang setia mendegar keluh kesal kita, Tuhan masih mengharapkan doa2 kita. 
Ketika berserah, Tuhan akan turun tangan. 

Bagaimana caranya : 

1. Kembalilah kepada Tuhan, jujurlah apapun juga yang digumulkan 
2. Setiap terjaga dari tidur (apabila terbagun dari tidur) cobalah untuk berdoa 
3. Terus doakan orang-orang yang menyakiti dan beri pengampunan
4. Untuk masalah yang tidak bisa diselesaikan (difitnah/dihina/dicaci maki) tetap didoakan dan berusaha untuk menyerahkan kepada Tuhan. Biar Tuhan yang menjamah orang tersebut, bagian kita hanya mendoakan. 
5. Tiap pagi doa dan putar lagu2 rohani sepanjang hari (jika memungkinkan)
6. Jika mulai teringat hal menyakitkan, terus berdoa 
7. Jika kesulitan berdoa, carilah buku yang isinya doa-doa 
8. Berhenti meminta pembelaan dari orang, dan pilihlah untuk membaca firman Tuhan saja
9. Tekuni hobby / coba hal-hal baru 


Pada awalnya pasti akan sulit sekali, percayalah jika dilakukan tiap hari, maka Tuhan akan mengubah situasi hati kita. Dan masalah di depan akan menjadi suatu ujian yang akan meningkatkan kualitas kehidupan kita untuk menjadi lebih bijaksana. 

Contohnya : Kita semakin dekat dengan Tuhan, Bisa membuat kesaksian untuk membantu orang yang memiliki kesamaan seperti kita, kreativitas kita akan lebih terasah krn dalam masa itu apapun yang terpikir cobalah untuk membuatnya menjadi berguna (dengan mencoba hal-hal baru atau menekuni hobby), 
kita juga tahu siapa sosok yang bisa dijadikan sahabat sejati, mengerti arti pengampunan, tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan akan menghargai hari-hari ke depan karna sadar bahwa hidup hanya sekali dan pada waktunya akan kembali ke Tuhan.  

Ujian saya sendiri sangat kompleks,dan ketika saya pelan2 menghadapi ujian trsebut, walaupun tidak mendapatkan nilai A, minimal saya mendapat 1 pembelajaran. Bagi saya setiap pengorbanan/penderitaan harus menghasilkan 1 hikmah positif. 

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan setiap orang punya kesempatan untuk memperbaikinya. Bukan manusia yang menilai introspeksi diri kita tapi Tuhan, jadi tak usah peduli persepsi negatif orang terhadap kita, karena orang tersebut bukan kita dan tidak merasakan menjadi kita. Yakin saja kalau hidup kita benar di hadapan Tuhan, buah roh kita akan terlihat tanpa kita harus menunjukkannya. 

Tuhan...
Aku sadar telah berdosa. Dosa karena (sebutkan kata-kata/tindakan yang tidak menyenangkan Tuhan). Ampuni aku Tuhan karena berulang kali jatuh dalam dosa dan kembali kepada kebiasaan lama. Berilah damai sejahtera di dalam keputusasan ini. Ajar aku Tuhan untuk mengerti bahwa hanya kepadaMulah aku berharap karena aku tidak dapat mengubah masa lalu, masa depan dan mengubah hati manusia. Tetapi aku percaya keadaanku akan berubah ketika aku membawa semua pergumulanku hanya padaMu. Kuserahkan semua tingkah laku dan hidupku yang tidak berbuah ke hadapanMu, dan mampukan aku untuk melakukan perubahan. 
Tuhan, aku berdoa Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiamu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!"(Mazmur 51:3-4). 
Tuhan, Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari (Mazmur 19:13)
Aku ingin menerima pengampunanMu sehingga kelegaan itu datang dalam hadiratMu 
Amin....   
  

     

Monday, 15 June 2015

Di FirmanMu

Kata demi kata yang ada
Tertulis dalam kitabMu
Membriku kekuatan yang baru
Ku renungkan dalam hatiku

Apapun yang kuperlukan
Semua ada di dalamNya
Memberi aku jawaban
Dan kekuatan yang baru

Di firmanMu ada tertulis tentang cintaMu
Yang tak pernah meninggalkan aku
Walau di saat kujatuh

Di firmanMu ada tertulis tentang janjiMu ,
Yesus Kau s'lalu menyertaiku
Memegang tanganku s'lalu
Yesusku

Kemenangan Dalam Penyembahan FS




Tuesday, 9 June 2015

Tuhan, Perbaikilah Persahabatanku yang Hancur (Doa oleh Ev.Daud Tony)

Sudah satu bulan ini saya merasa saat teduh saya sudah jauh lebih baik. Selama ini saya sering kesulitan berdoa, tidak fokus dan akhirnya Iman saya jadi goyang. Tak sengaja, pada saat saya mencari buku referensi untuk buku saya, saya menemukan buku doa “ Doa yang mendatangkan Mujizat 2”, saya baca beberapa doa dalam buku tersebut dan waktu itu tidak berniat membeli karena buku tersebut tidak masuk dalam budget.

Dan seperti biasa, saya pun bergumul selama di toko buku, untuk membeli atau tidak. Akhirnya saya kembali ke rak buku doa tersebut dan entah mengapa pilihan saya jatuh kepada seri ke-3, Buku Do tersebut ada 1 s.d 3. Dan akhirnya saya mengambil “Doa yang mendatangkan Mujizat 3” Daud Tony yang masih dalam kondisi diplastik.

Dari dua buku yang saya beli, buku doa yang tiap hari saya baca yang artinya itulah menjadi doa saya. Saya merasa kehidupan doa saya berubah, dan saya merasa yakin Iblis tidak lagi menjadi penghalang dan bahkan tidak lagi mengambil jawaban doa saya.

Ada 31 Jenis Doa dalam buku ini, dan saya memutuskan hanya akan menuliskan satu doa saja. Saya juga bergumul dari 31 ini yang mana yang harus saya tuliskan.

Akhirnya saya memilih untuk menuliskan doa untuk memperbaiki persahabatan yang hancur. Tadi malam, saya di bbm oleh saudara seiman saya dan ia bercerita bahwa rumah tangganya di ambang batas perceraian. Walaupun saya belum menikah, saya bisa membayangkan betapa sakitnya perpisahan itu. Karena saya sendiri pernah merasakan berpisah dengan orang yang paling dekat adalah hal yang tersedih yang pernah saya alami.  

Jika kesulitan berdoa, saya sarankan untuk membeli buku doa sesuai dengan pergumulan kita. Tulisan ini ditujukan kepada diri saya sendiri dan juga bagi yang membutuhkan doa ini tetapi tidak bisa mendapatkan buku doa karena tinggal di daerah. Saya sendiri pernah merasakan kesulitan mendapatkan buku rohani ketika tinggal di daerah kecil.


Melalui tulisan ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Ev.Daud Tony, terima kasih telah menolong kehidupan doa saya. Tuhan Yesus Memberkati…. 

Semoga doa ini bisa menggugah Tuhan untuk melakukan mujizat dalam kehidupan kita semua. 

Monday, 8 June 2015

Aku Diberkati Untuk Memberkati Orang Lain

Hampir saja telat tiba di Gereja. Memang cobaan untuk ke gereja terlalu berat. Entah ketiduran, kebawa mimpi, hujan, dan semua itu karena rasa malas. Saya sampai berfikir kalau bisa suatu hari bangun gereja sendiri di sebelah rumah, jadi tak ada alasan untuk tidak bisa ke gereja hehehe....

Kotbah hari ini dibawakan oleh Pdt Daniel Pandji, beliau adalah  Fasilitator Nasional di Jaringan Doa Nasional. 
Banyak kesaksian yang disampaikan oleh beliau,  dan dua kesaksian ini yang membuat saya tak kuasa menahan air mata saya karena selama ini belum berbuat apa-apa buat Tuhan.
 
Pertama, beliau bercerita bahwa ada crew dari suatu televisi swasta yang akan membuat kesaksian mengenai mengenai seseorang yang berdosa kemudian mengenal Tuhan Yesus dan menjadi berkat buat orang lain. Anak rohani Pak Daniel ada mantan narkoba, mantan pelacur, dan mantan-mantan lainnya. Setelah shooting selesai, beliau menanyakan kapan akan ditayangkan dan crew berkata 2 minggu lagi, ditayangkan pada hari Minggu pada pukul 03.00 WIB (subuh). Dalam pikiran beliau, siapa yang akan menonton pada jam segitu ??? (saya yang denger aja bingung kok jam segitu). Dan crew menjawab : Tujuan kami bukan untuk orang Kristen Pak, tetapi buat orang yang pada jam segitu baru pulang dari dugem, yang bertengkar dengan istrinya, tidak bisa tidur, dll... 
Pikiran saya baru terbuka dan mata saya mulai berkaca-kaca. Selama ini saya tidak pernah berfikir sampai sejauh itu. Mulia sekali produser acara itu. 

Kedua, kesaksian mengenai Alm Andrew Chan (terpidana mati Bali Nine kasus penyeludupan 8,2 kg heroin yang ditangkap tanggal 16 April 2005). Pak Daniel mengunjungi Andrew Chan dan banyak mendapat pembelajaran.Pak Pendeta bercerita bahwa Andrew Chan adalah pendoa syafaat. Ia membuat kolam baptis, menjadi ketua misionaris dan membantu anngota keluarga terpidana yang biayanya itu ia dapatkan dari orang-orang yang memberinya uang. Andrew Chan sendiri merasa sudah mati 10 tahun lalu. Dan ketika Pak Daniel meminta Andrew untuk berdoa, Andrew mendoakan Tuhan memberkati Indonesia. Andrew juga menulis surat buat Pak Daniel untuk gereja di Indonesia. Sayangnya saya tidak sempat lagi mencatatnya karena sibuk mengelap air mata saya yang sudah saya tahan-tahan dari tadi. 

Saya tersadar, bahwa walaupun hidup di luar penjara, tetapi tidak pernah melakukan apa yang sudah dilakukan oleh Andrew Chan. Hidup saya tidak lebih baik darinya. 
Akhir-akhir ini, saya tidak lagi mengejar berkat,tetapi menghitung apa yang sudah saya perbuat untuk Tuhan? Apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup saya ?   

Seringkali saya bingung, mengapa kejadian buruk menimpa saya. Sampai akhirnya saya mendapatkan pengertian bahwa semua itu untuk menjadi saksi Kristus. 
Bagaimana saya bisa mengerti arti pengampunan jika saya tidak pernah disakiti oleh orang-orang terdekat saya? 
Bagaimana saya bisa mengerti arti ikhlas jika saya tidak pernah kehilangan sesuatu? 
Bagaimana saya bisa mengerti arti setia jika saya tidak pernah dikhianati? 
Dan bagaimana saya bisa berIman jikalau segala sesuatu berjalan dengan baik? 
Dan mengapa itu semua terjadi kepada saya? 
Balik lagi ke pertanyaan, Bagaimana saya bisa membuat kesaksian jikalau saya tidak pernah mengalami kejadian-kejadian tersebut ? 
Saya sadar bahwa ini merupakan tugas saya untuk menguatkan orang-orang yang memiliki pengalaman seperti saya. 

Seperti yang dikotbahkan Pak Daniel, bahwa reaksi akan timbul ketika ada goncangan. Maka bereaksilah secara positif. Tuhan bisa mengubah skenarioNya ketika kita berdoa, oleh karena itu yang diperlukan adalah PERCAYA dalam lindungan Allah (Mazmur 91), TEKUN giat bekerja untuk kemuliaan Allah, 
Tidak lagi berfokus pada diri sendiri (selfcenter yang artinya membiarkan roh Kain (pembunuh pertama) hidup dalam diri kita) , melainkan peduli kepada sesama, Tidak Pasif yang artinya mau bertumbuh dan mengalami proses kedewasaan rohani. 
   
Pada akhir kotbah, Pak Daniel mengajak jemaat untuk melepaskan pengampunan.

Terima Kasih Tuhan, melalui Pak Daniel, saya bertambah yakin bahwa 
apa yang terjadi sampai hari ini adalah BAIK ^^ 
dan Aku Diberkati untuk Memberkati Orang Lain.