Google Translate

Saturday, 20 December 2014

Ia Yang Telah Pergi

Ia yang telah pergi
Meninggalkan  kenangan
Membawa nafasku
Melayangkan harapanku

Mengingatmu....
Air mataku jatuh
Darahku beku
Hatiku pilu
Lidahku kaku
Jantung Hatiku....

Hari ini...
Kusematkan doa
Atas kepergianmu

Tiga tahun lalu
Bagaikan sedetik lalu

Dan aku sekarang....
Meneruskan jiwa kita
Terus Berjalan, Terus Melangkah
Demi buah cinta kita
Yang kelak menjadi saksi
Bahwa Cintaku Hanya Untukmu
Abadi....
Sampai kita bertemu lagi...


Puisi ini buat si mbak yang tadi malam tiba-tiba cerita bahwa tepat 3 tahun lalu, 20 Desember, suami tercintanya pergi untuk selamanya. Satu hal yang kuingat dari perkataannya bahwa cintanya sejati.







Thursday, 18 December 2014

Pertama Kali Menggunakan Kacamata

Pertama kali aku memakai kacamata saat kelas 6 SD.  Semula orang tuaku tidak percaya aku tidak bisa melihat dengan jelas tulisan di papan tulis. Dikira papa aku hanya ingin ikut-ikutan mama  yang juga memakai kacamata. Sampai akhirnya papa mengajakku ke dokter mata dan barulah ia percaya. Minusku saat itu kiri 2 dan kanan 2,5. Cukup tinggi.

Aku pun dibelikan kacamata ( dengan catatan kacamata harga termurah) di kampungku. Ketemulah kacamata seharga Rp 250.000,- , cukup mahal bagi kami. Warnanya kuning keemasan dan kacanya agak tebal. Hari pertama menggunakan kacamata, aku senang sekali karena tulisan di papan tulis sangat jelas. Artinya aku tidak perlu menumpang melihat catatan teman sebangkuku. Kadang ia kesal karena merasa terganggu saat aku melihat bukunya ketika ia sedang mencatat , sedangkan ia harus mengejar tulisan di papan tulis sebelum dihapus.

Baru sebulan memakainya, kacamataku patah. Kualitasnya memang ga begitu bagus, budget cuma segitu apa bisa dikata hehehe.  Untunglah bisa disambung lagi, tetapi bekas sambungannya tidak bisa dicat warna kuning. Selama masih bisa digunakan, aku cuek sajalah menggunakan kacamata beda warna. Selama 3 tahun aku menggunakan kacamata itu. Setelah SMA, pamanku memberikan aku ampao, sesegera mungkin aku membeli kacamata baru, kali ini warnanya hitam.

Hingga kelas 3 SMA, aku baru mengenal softlens. Itu saja harus ke Palembang untuk membelinya. Aku pun membeli merek yang termurah dan cukup bagus. Saat itu soflens yang kupakai adalah tahunan, jadi kebayang joroknya gimana hihi...

Akhirnya waktu kerja, aku bisa menggunakan softlens 3 bulanan. Karena saat itu sambil kuliah, minus mataku naik menjadi 6, otomatis aku mencari softlens yang termurah lagi dan aku tertipu..kualitas soflens sangat jelek. Aku pun terpaksa berkabur ria selama sebulan demi menunggu gajian untuk dapat membeli yang baru.

Kondisi keuangan sudah membaik, aku akhirnya menggunakan softlens bulanan sampai dengan tahun 2011.
Selama itu, aku menggunakan kacamata sebagai cadangan yang kubeli dari SMA ^^.

Tahun 2011/12  aku bisa menggunakan RGP (baca postingan RGP Pahlawan Mataku)
Tahun 2013 aku bisa lasik mata (baca postingan Great Mataku Normal)

Hmmmm.....
Mata kabur itu memang menyusahkan, selain harus menguras kocek ketika minus bertambah, juga harus menahan beratnya kacamata. Kalau mampu sih bisa langsung menggunakan RGP (rekomen banget sama hardlens ini, top markotop top ). Kalau tidak mampu , harus sabar seperti saya hehehe...
berdoa,kerja keras dan menabung...

Semogalah suatu hari ada yang mau mendirikan toko kacamata murah dengan kualitas bagus khusus untuk orang yang tidak begitu mampu. Kebayang rasanya apabila seseorang yang matanya minus, harus bekerja, tetapi penglihatan kabur. Aku pernah melihat seorang Bapak pengayuh becak menggunakan kacamata tebal sekali di Palembang. Saat itu, aku belum mampu membelikan ia kacamata, waktu itu gajiku hanya cukup untuk membiayai kuliah,kursus mandarin, kost dan makan yang super seadanya. Setiap melihatnya aku cuma bisa berdoa semoga suatu hari bisa menggunakan kacamata yang lebih tipis. Bayangkan saja, sambil mengayuh becak, ia harus fokus melihat jalanan dengan kacamata yang berat.
Sampai sekarang juga aku masih teringat Bapak itu. Yah semoga saja keadaan matanya jauh lebih baik.



Thursday, 11 December 2014

Hobby Ngeblog Sampe Dapet Rejeki Berlanjut ke Google Adsense ^^

Awalnya saya ngeblog dikarenakan cita-cita yang tidak terwujud untuk menjadi Jurnalis. Blog ini seharusnya berisi tentang info-info sekitar politik/ekonomi/keuangan, tetapi malah kebanyakan  menceritakan pengalaman ketika menjalani kehidupan yang fana ini ( ce i le...). Tujuannya supaya bisa menjadi pembelajaran bagi yang membaca (semoga oh semoga...).

Salah satu artikel yang paling banyak dibaca adalah mengenai hardlens RGP yang dulu pernah saya pakai sendiri. Yang membaca sudah sekitar 1417. Jadi ada ide untuk menshare perjalanan memakai kacamata hingga bisa lasik mata.

Dari artikel ini, saya mendapat banyak teman dari berbagai kalangan. Senang rasanya mereka bisa saling share pengalaman secara langsung. Pengalaman Guru Terbaik kan ^^. Dan hebatnya dari artikel ini juga saya mendapat rejeki yang tidak disangka-sangka. Jadi ada seorang ibu di Denpasar yang meminta tolong kepada saya untuk mencarikan obat menicon 02 (obat RGP), dan saya kirimkan ke ibu itu, ehhh saya malah dikasih fee.Yang paling membuat saya terharu adalah kepercayaannya pada saya, padahal kami benar-benar tidak saling mengenal dan ketika saya tanya mengapa percaya , jawabannya adalah Karena Tuhan yang Mempertemukan Lewat Blog.

Dan Suatu malam, saya ga sengaja membaca artikel tentang Google Adsense.
Google AdSense adalah cara gratis dan mudah bagi semua penayang situs web, besar maupun kecil, untuk memperoleh uang dengan menampilkan iklan Google yang bertarget di situs web mereka.(https://support.google.com/adsense/answer/9712?hl=id) bisa dibaca di sini. 

Saya yang ga mengerti apa-apa langsung semangat membaca. Setelah setengah mengerti, saya pun mengajukan permohonan ke google adsense. Jujur saya agak kebingungan apalagi kalo sudah menyangkut pemasangan kode ke HTML, tapi syukurlah banyak seakali artikel yang bisa memandu saya untuk menyeting semuanya hingga selesai. Hari ke-4 setelah saya mengajukan permohonan, saya di approved. Rasanya senang sekali dan ga menyangka juga soalnya mengajukan Adsense itu gampang-gampang susah. Puji Tuhan...semuanya lancar.

Setelah itu tiba-tiba juga muncul niat untuk mempunyai domain sendiri . Pengertian domain,hosting,CName,Kode Plugin,dll juga baru saja saya pelajari. Karena blog ini menggunakan blogger, jadi saya hanya perlu membeli domain, karena hostingnya masih bisa menggunakan blogger. Mulailah saya mencari penyedia domain dan pilihan jatuh ke rumahweb, harganya 105rb (free DNS Management) untuk setahun.

Lanjut ke Setting di DNS dan di blogger. Kembali lagi dengan pemasangan kode-kode lagi. Sebenarnya rumahweb bisa membantu kita untuk pemasangan tetapi saya lebih tertarik untuk melakukannya sendiri.
Akhirnya blog semula www.helenchandra-zhang.blogspot.com pun berubah menjadi www.helenchandra.com. Tetapi Google Adsense saya RAIB, sempat panik dan gelisah. Setelah membaca artikel dari matrapendidikan.com, saya kembali mengajukan permohonan ke google lewat dashboard yang telah tersedia. Dalam waktu kurang dari 24 jam, Adsense saya sudah kembali. Puji Tuhan....

Saya masih harus banyak belajar mengenai Google Adsense. Dan untuk mencapai penghasilan yang tinggi suatu hari nanti (kapan yah ?? ) saya harus konsisten membuat konten asli yang berguna bagi pembaca, hitung-hitung sebagai penyemangat dan melampiaskan hobby nulis hehehehe...

Nah, buat teman-teman yang sudah punya blog, ayoooo ajukan google adsense, masuk ke komunitasnya, dijamin menyenangkan. Sambil Menyelam Minum Air ---- pepatah ini benar lho ^^


**Banyak sekali artikel mengenai Adsense dan trik-triknya. Maaf sekali kalau saya tidak tertarik untuk membuat tulisan mengenai langkah-langkahnya karena jujur saja, sekarang saja sudah banyak yang lupa hihihhihi.


Saturday, 6 December 2014

Lebih Baik Diam

Terkadang lebih baik diam jika tidak bisa memulai untuk menjelaskan. Karena bisa saja yang dijelaskan akan menjadi masalah baru/kesalahpahaman akibat ketidakpercayaan. Abaikan semua pandangan negatif, cemooh, makian, hinaan dan lainnya.Seiring berjalannya waktu, di saat yang tepat pasti bisa dijelaskan. Dan selama menunggu waktu itu, mendekatkan diri kepada Tuhan adalah yang terbaik. Tuhan bisa saja dengan sekejab merubah ketidakpercayaan dengan percaya, merubah keadaan yang tidak baik menjadi baik. Dan menyelesaikan semuanya tanpa harus dijelaskan. Disinilah muzijat Tuhan terjadi :)
Untuk segala sesuatu ada waktunya.


Monday, 24 November 2014

Beban Berat ? Mintalah Pertolongan Tuhan

Entah mengapa saya digerakkan untuk menulis ini

Bagi yang membaca tulisan ini , yang mungkin lagi berbeban sangat berat, menghancurkan hidup dan meremukkan hati seperti yang pernah saya alami. Kehilangan pekerjaan, kebangkrutan usaha, kehilangan pasangan/suami/istri/pacar,tidak punya tempat tinggal, tidak diterima keluarga, ditolak teman,  tidak ada uang, untuk makan pun harus meminta, putus asa, dan punya keinginan untuk bunuh diri,

Saya sarankan untuk berdiam sejenak, lalu berdoa.
Segera cari orang yang seiman dan bisa mendoakan Anda dan menemani Anda,
*jangan pernah meminta saran dari orang yang jelas-jelas hidupnya tidak di jalan yang benar*
Ingat !! Hanya Tuhan yang bisa membantu Anda. 
Jangan malu untuk meminta Pendeta mendoakan Anda, semakin banyak Pendeta yang mendoakan,semakin menguatkan Anda.
Tinggallah di rumah saudara seiman Anda yang bisa menopang Anda.
Dengarkan lagu rohani, baca Alkitab mulai dari ayat Mazmur.
Lakukan terus menerus !!

Dalam doa, minta ampun dengan Tuhan dan ampuni semua orang yang telah menyakiti Anda.

Memang berat untuk melakukannya, sekali lagi ingatlah hanya Tuhan yang bisa menolong Anda.

Setelah melewati semuanya, Anda akan bersyukur dan menjadi manusia yang lebih kuat untuk menjalani hidup,percayalah.... Semua tangisan akan menjadi sukacita.

Tuhan memberikan ujian karena besarnya Cinta-Nya pada anakNya.