Google Translate

Monday, 13 April 2015

Thank You Ko

Ko,

Aku tahu dirimu tak pernah mau menerima ucapan terima kasih dari diriku. Aku tahu bahwa setiap apa yang koko lakukan itu atas dasar tulus ikhlas alias tanpa meminta balasan. Aku rasa semua orang perlu tahu bahwa untuk sampai ke titik ini, peranan dirimu sangat penting.

Ingatkah ko,

Waktu diriku ikut ujian lead auditor, dari awal training sampai selesai ujian koko yang support setiap hari. Padahal koko juga tahu waktu itu aku sudah malas sekali karena materinya cukup berat alias sangat sulit. Dan aku gagal , tapi tak sedikit pun koko meledekku,  koko yang sibuk menyemangati untuk ikut ujian ulang.
Hingga akhirnya aku pun lulus juga, sertifikatku keperlihatkan pertama kali ke koko.

Lalu pada saat aku galau,
Antara melanjutkan S2 atau Sekolah bahasa mandarin di Taiwan atau Sekolah Memasak. Dan dengan penjelasan penjelasan yang sangat bisa diterima logikaku, koko merekomendasikan sekolah masak dan mengambil jurusan masakan Indonesia. Sepertinya koko tahu yah, kalo aku memang punya impian memiliki restoran.  " Masakan Indonesia itu susah De, ga semua orang bisa " itu kalimat yang masih aku ingat ko :). Lalu aku mulai sekolah, ingat kan ko,hari pertama sekolah,kaki dan tanganku pegal, memasak sambil berdiri dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam dengan seribu kebingungan terhadap semua bumbu-bumbu tradisional.
Aku pun menyelesaikan sekolahku dan sertifikat nya pun pertama kali kuperlihatkan ke koko hehehe.

Waktu aku harus pindah ke kota lain, koko juga mendukungku ^^

Nah, ketika aku sudah menyerah untuk meneruskan kafe yang baru seumur jagung kurintis, koko juga yang memberikan nasehat yang sekali lagi bisa diterima oleh logikaku. Sekarang aku bertahan untuk mencoba semua bagian yang terbaik yang bisa aku kerjakan. Mulai menata lagi hidup bahagiaku ^^

Mimpiku selama ini sudah terwujud ko, aku punya kafe sendiri yang semuanya aku atur sesuai mimpiku. Mulai dari desain menu, spanduk, kartu nama, brosur, cara mempresentasikan makanan, marketing, dan manajemen sesuai iso. Dan disela-sela masa santaiku di kafe, aku bisa menulis :), yah ko...aku pengen suatu hari bisa menerbitkan buku sendiri.

Ko, sadarkah bahwa selama ini koko tidak pernah mencoba makanan yang aku masak? Dari awal aku kursus,sekolah sampai bisa jualan ke orang lain. Jujur dari semua orang yang sudah mencoba masakanku, aku paling gugup jika suatu hari koko coba masakanku. Seiring berjalannya waktu , aku harap aku juga bisa lebih jago memasak, sehingga pada waktu koko mencoba, itu benar yang terenak :)

Aku tunggu loh ko ^^

Thank You ko....
Berdiskusi denganmu bisa mengambil keputusan dengan cepat dan pastinya tepat.
Berbicara denganmu lucu,santai tapi serius, setiap kalimat pasti ada tulisan "haha"
Terima kasih sudah mengerti tanpa aku harus bicara banyak ^^

Thank You ko...
Buat pengertiannya waktu makan sushi salmon. Koko mau-maunya makan sushi yang salmonnya sudah aku comot duluan hehehe.

Thank You ko...
Udah pernah ajak aku makan bareng chef beneran tanpa merasa malu terhadapku. Thank you sudah membanggakan aku saat itu ^^

Thank You ko...
Sudah mendekatkan aku dengan Bapa di Atas .....

Akhirnya ko.... terimalah thank you ini....

Bersyukur sekali bisa kenal dengan koko .... aku beruntung ^^








Sunday, 12 April 2015

Cerita Tentang Diare :)

Perjalananku kali ini tanpa persiapan, pakaian yang kubawa asal kumasukan saja dalam koperku pagi hari sebelum berangkat. Perjalanan ini dikarenakan ada sisa tiket VIP yang belum terpakai dan akan hangus atau aku harus membayar lagi untuk menundanya tanpa bisa mengganti rute penerbangan. Kuputuskan untuk pergi liburan, mencari inspirasi sambil menyelesaikan beberapa urusanku. 

Aku sampai ke tujuan dengan selamat. Menyenangkan sekali, aku bisa keliling kota dan menikmati kuliner di kota tersebut. Sampai aku lupa dengan alergiku. Aku sempat terkena alergi kulit, kulitku merah2 sungguh mengerikan. Untunglah suami temanku membelikan aku obat alergi dan dalam beberapa hari aku sembuh.

Ketika pulang, ternyata kena diare :(. Badanku lemas sekali, panas, dingin , gemetar dan bolak-balik ke toilet bandara. Ingin rasanya kubatalkan kepulanganku, tapi warung makanku sudah lama kutinggalkan dan banyak masalah yang juga harus diselesaikan. Aku harus pulang !!!. Salahku adalah aku tidak mempersiapkan obat-obatan yang biasanya selalu ada di koperku seperti minyak angin, obat merah, obat demam, obat sakit perut/diare dan obat alergi.

Sesampainya di rumah, aku lemas sekali. Masih bolak balik ke toilet. Hari kedua dirumah, rasanya tak tahan lagi. Mungkin aku harus ke rumah sakit. Tapi kali ini aku benar2 tidak ingin ke rumah sakit, karena tidak ada yang bisa mengantar dan kupikir sekaranglah waktunya aku berjuang untuk menurunkan dosis obat yang kumakan untuk mengobati diare ini.Aku bertahan dengan obat yang berdosis rendah dan akhirnya setelah menelan 14 tablet, aku pun sembuh. 

Pikiranku melayang ke 4 tahun lalu…
***
Aku masih kost di Tanjung Duren Jakarta. Sabtu itu, aku dan temanku pergi ke spa, setelahnya kami makan di rumah makan padang, entah mengapa ketika melihat sate padang, aku pun langsung memesannya dan menyantapnya dengan lahap. Karena sudah menjelang malam, kami pun pulang ke tempat masing-masing.
3 jam setelahnya, perutku sakit sekali dan aku pun diare lalu muntah-muntah. Begitu terus berulang kali. Sampai aku muntah air, isi di perutku sudah habis. Teman kostku pada pergi. Mba kost juga ga ada. Aku tak sanggup buat berteriak ataupun berjalan lagi. Seisi kamarku penuh muntahanku. 

Aku menelepon temanku meminta tolong untuk membawaku ke dokter, tetapi pada saat itu dia tidak bisa. Lalu aku memberanikan diri sms si koko, dan aku langsung ditelepon balik. Dia menanyakan keadaanku bagaimana, aku jelaskan bahwa aku sudah sangat lemas dan harus ke dokter. Dan ia pun berkata bahwa ia akan mengantarkanku dan menyuruhku menunggunya. Aku pun segera menyiapkan dompetku dan cek ulang kartu asuransi dan kartu kreditku. Tak sempat lagi aku berganti pakaian, karena sibuk membersihkan bekas muntahan dan bolak balik ke toilet karena diare dan muntah lagi, perutku rasanya sakit sekali,kepalaku pusing, sesekali air mataku jatuh. 

Teleponku berbunyi lagi, ternyata si koko. 
Koko : “ De, apa sebaiknya pergi duluan aja ke dokter? Soalnya macet sekali,sudah lewat jalan tol”
Aku   : “ Ga pa pa ko, aku tunggu aja soalnya udah lemes banget.”
Koko :” Oke… tunggu yah “

Sesekali si koko telepon untuk memberitahu posisinya di mana. Yah aku hanya bisa duduk di belakang pintu kostku. Akhirnya si koko sampai di kost, aku langsung turun. Si koko mau ke toilet dan aku menyuruhnya naik sendiri ke kost karena udah ga kuat lagi. Kamarku di lantai 2. Si koko bilang di mobil ada sepupunya, jadi aku disuruhnya untuk menunggu di mobil. Aku pun memutuskan menunggunya sambil berjongkok di balik pagar kost, karena akan mengunci pintu kost juga. 

Setelah itu kami menuju ke dokter yang terdekat, dokter memberikan rujukan untuk rumah sakit. Pikiranku galau, haruskah aku ke rumah sakit ? Tetapi muntah dan diareku terus berlanjut di tempat dokter. Si koko pun memintaku untuk opname di rumah sakit saja, karena di kost tidak ada orang katanya.  Sepupu si koko, si bro udah panic juga karena aku ke toilet lama sekali ga keluar keluar.

Akhirnya kami pun pergi ke rumah sakit. Mereka menyuruh ke rumah sakit terdekat, tetapi aku berkeras untuk ke rumah sakit permata hijau. Alasanku karena aku sudah kenal dengan beberapa dokter dan suster di sana karena pernah diopname di sana, jadi tidak perlu registrasi ulang yang memakan waktu lama bila ke rumah sakit yang baru. Selain itu rumah sakit permata hijau menerima kartu asuransi rekanan,jadi tidak perlu deposit. Buat aku yang sendirian, tentu saja tidak bisa mengurus administrasi sendirian. Karena biasanya rumah sakit hanya akan melayani kita setelah kita mendeposit uang dan tanda tangan penjamin. Aku tak mau merepotkan orang-orang yang mengantarkanku.

Gawatnya, si koko dan si bro ga tau letak rumah sakit itu di mana. Aku juga lupa lupa ingat jalan menuju ke sana. Betapa paniknya kami yang berada di mobil. Aku saja sudah setengah sadar. Cuma bisa menjawab iya,iya tanpa tahu mereka bertanya apa. Sampai akhirnya mereka sadar kalo aku sudah tidak nyambung waktu diajak bicara. Mobil melaju dengan kencangnya dan akhirnya kami tiba di rumah sakit.

Si koko meminta si bro mengantarkanku ke ugd, sedang dia akan mencari parkiran mobil. Aku pun bergegas menuju ugd dan dokter langsung menyuruhku berbaring untuk segera  disuntik, diberi obat dan langsung diinfus. Aku sempat tak sadar selama proses itu selama setengah jam. Setelah itu, seperti punya kekuatan, aku tersadar, aku pun duduk dan meminta tolong ke dokter untuk mencarikan aku kamar yang isinya 2 orang, karena tak ada yang menemaniku.  Dokter memberitahuku jika telat setengah jam lagi kemungkinan ga ketolong karena denyut nadiku sangat kencang (lupa hitungannya berapa).  

Kamar masih penuh, dan aku harus menunggu beberapa jam lagi di ugd. Si koko dan si bro harus kerja, sedangkan jam sudah menuju pukul 02.00 pagi. Mereka akhirnya pulang setelah aku diyakinkan mendapat kamar. Sebelum pulang, si koko sempat berpesan untuk memberitahukan kondisiku dan aku tidak diperbolehkan pulang. Aku pun mengiyakannya. Setelah aku mendapat kamar, aku meberitahu si koko via telepon 
Aku :” Ko sebentar lagi udah dapet kamar kok, koko udah sampe mana?”
Koko : “ Oh baguslah, udah sampe depan rumah. De, kamu jangan pulang sendiri ya, janji loh jangan pulang, kalo kamu pulang koko ke rumah sakit lagi sekarang. Mana dokternya? Koko mau bicara.
Aku pun memberikan handphoneku kepada dokter. Entah apa yang dibicarakan mereka, aku cuma mendengar dokter bilang iya iya sambil tersenyum.

Tak lama kemudian, aku pun masuk ke kamar rawat inap. Aku sudah tidak muntah dan tidak diare lagi. Rasanya seperti mimpi.

***
Thank You ko,bro :)
Sekarang bener2 harus jaga diri baik2 karena ga ada lagi yang bisa anterin ke rumah sakit hehehee 
***
12 April 2015, 18.50 WIB

Hmmm…. . sepertinya si koko sedang menyetir…. Hahahahaa Line mood on :)

Oh ya perjalananku kali ini menyenangkan karena naik pesawat Citilink dan duduk di Nomor 1A :)
Suka banget sama lagunya Citilink Ran -  Dekat Di Hati
miss u ko , long time no see haahahaahaah

Saturday, 28 February 2015

Dia Masih Sama

Dia Masih Sama....
Seperti 17 tahun yang lalu
Saat pertama kali melihatnya
Aku memandangnya...
Ada bahagia

Dia Masih Sama...
Seperti tertulis di surat-surat kami
Seperti terketik dalam email-email kami
Seperti terucap dalam setiap chating kami

Dia Masih Sama...
Tetap memotivasi
Tetap memberikan bahunya
Tetap memberikan pelukannya
ketika aku jatuh

Dia Masih Sama...
Lucu, Kepo dan To the Point

Dia Masih Sama
Tetap disampingku saat aku mulai kuliah
Tetap disampingku saat aku mulai merintis usaha
Tak sabar aku ingin sukses untuknya

Hanya satu yang beda
Kini...
Dia berbeda kewarganegaraan denganku
Tapi tak kan menyurutkanku
Untuk mengunjunginya
Sesegera Mungkin !!


See U Again ^^


Thursday, 22 January 2015

Mujizat Masih Ada

Lagu ini yang membuat saya tersadar bahwa selama ini saya sudah sangat jauh dari Tuhan ....



Dan lagu ini yang menguatkan saya , apapun yang terjadi Mujizat Tuhan Masih Ada




Aku percaya Tuhan, Engkau masih sama seperti dahulu tetap memberikan aku mujizat, tetap mengasihiku. Ajar aku untuk terus berjuang Tuhan, berjuang untuk melunasi hutang-hutangku di dunia ini.  
sebelum Engkau memanggilku. 
Amin   

Tuesday, 20 January 2015

Mimpi 1 : Aku Ingin Menjadi Sarjana

Kehidupanku berubah drastis ketika usaha orang tuaku dinyatakan bangkrut pada saat krisis ekonomi tahun 1998. Aku sendiri tidak bisa mengingat kenapa semuanya bisa terjadi karena waktu itu umurku masih sangat kecil. Yang aku tahu, mulai saat itu aku harus berhemat. Untunglah orang tuaku mendisiplinkan kami anak2nya untuk selalu bekerja sebelum mendapatkan sesuatu. Sepulang sekolah, kami diharuskan untuk menjaga toko demi mendapatkan uang saku. 

Saat itu caturwulan ke-3 kelas 3 SMU. Teman-temanku sudah mengikuti beberapa test masuk ke beberapa universitas di Jakarta. Sedangkan aku, hanya bisa tersenyum ketika ditanya akan melanjutkan kuliah di mana. Kuliah adalah Mimpi. Tak ada harapan, karena untuk sampai menamatkan SMU di kampung saja dibiayai oleh pamanku. Betapa sedihnya aku saat itu. 

Sebelum ijasahku dibagikan, aku sudah bekerja sebagai kasir di sebuah perusahaan distributor makanan. Hanya bertahan 3 bulan aku bekerja di sana, dan aku bertekad untuk ke Palembang. Untuk kuliah, aku harus bekerja di Palembang.  Dan aku pun berangkat ke Palembang.

Pertama kali menginjakkan kaki di Palembang, aku sudah merasakan kasih karunia Tuhan. Oh ya, sebelumnya aku datang ke Palembang ingin menumpang di rumah pamanku, setibanya di sana, dengan halus dia berkata bahwa aku tidak bisa tinggal di rumahnya. Karena Tuhan itu baik, Dia yang mempertemukan aku dengan seorang wanita yang kupanggil cece untuk tinggal di rumahnya. Ajaib sekali karena aku baru pertama kali bertemu dengannya. Yang mengenalkan kami adalah sepupuku. Hari kedua, aku melamar pekerjaan tetapi kutolak karena ternyata aku disuruh berjualan barang2 rumah tangga. Hari Ketiga, aku dipanggil buat interview di perusahaan retail, dan Puji Tuhan aku diterima sebagai Admin Hutang. Aku ingat sekali, sepatuku dibelikan oleh sepupuku, dan baju kerjaku juga diberikan oleh sepupuku. Yah aku ke Palembang dengan uang 150rb dan tanpa pakaian kerja. 

Bagaimana aku hidup dengan uang 150rb sebulan? Buat makan siang, aku membeli nasi warung 2.500, terkadang teman-temanku yang bergiliran membawakan aku nasi putih atau beserta sayurnya. Kadang temanku membawakan mi instan sebagai lauknya. Untuk malam hari, sepupuku yang mengirimkan aku makanan. Terkadang aku makan masakan si cece. Si cece tinggal berdua dengan anaknya, suaminya sedang mengurus perpindahan mereka di Lampung. Aku sendiri tidurnya di ruang tamunya,karena kamarnya cuma ada satu. Untuk makan pagi, aku lupa apakah sempat makan atau tidak hehehe.... 

Tiba saatnya cece kan pindah ke Lampung, dia memberikan aku tinggal gratis karena masih ada perpanjangan sewa rumahnya. Aku pun mengajak temanku si Boyen buat tinggal bersamaku. Dia setuju. Orang tua Boyen yang memberikan kami televisi dan kompor gas. Artinya kami berdua bisa berhemat dengan memasak. 

Beberapa bulan kemudian, aku sudah bisa mengatur keuanganku. Seingatku gaji pertamaku 400rb dan akhirnya naik menjadi 550rb. Dalam sebulan, aku menabung 100rb karena aku mau mengumpulkannya dalam setahun, untuk bisa mendaftar kuliah D1 bidang komputer. Biayanya 1jt. 

2 tahun bekerja, akhirnya uangku terkumpul, aku dan teman kantorku Yul dan Mer akhirnya memutuskan untuk kuliah S1. Kami bertiga bukanlah anak orang kaya, kami kuliah dari uang kami sendiri. Kami hanya bermodalkan nekat masuk test dan kami diterima. Dalam satu bulan, kami harus melunasi uang masuk sekolah 3,5 juta. Dan aku masuk rumah sakit karena kena demam berdarah. Entah dari mana aku harus mendapatkan uang lagi.  Aku sudah memutuskan untuk tidak kuliah hari itu, yul dan mer sudah mendapatkan uangnya, sedangkan aku belum. Saat itu mereka juga ikut mencarikan dana buatku. Malam harinya, papaku meneleponku dan ia berkata besok bisa mengirimkan uangnya. Puji Tuhan..... aku berhutang kepada papaku. 

Aku mulai kuliah, dan rasanya berat sekali. Pagi hari aku bangun jam 6/6.30 WIB lalu bersiap buat bekal kantor (mie instan/nasi uduk ibu2),masuk kantor pukul 08.00Wib, dan aku ke kantor jalan kaki. Pulang dari kantor pukul 16.00 Wib dan langsung menuju kampus naik becak patungan bertiga, dan masuk kelas pukul 17.00Wib. Istirahat pukul 18.30 Wib, kami bertiga hanya makan roti dan minum aqua sebotol berbagi, karena uangnya untuk dipergunakan fotokopi buku cetak per bab. Beli buku cetak adalah kemustahilan bagi kami. Pukul 19.00 masuk lagi dan pulang pukul 21.00/21.30. Setelah itu, aku harus mencari makan lagi dan akhirnya bisa tidur pukul 23.00 / 24.00 Wib. Yah beginilah hari-hariku. 

Bagaimana dengan tugas kuliah ??? Tugas dikerjakan setiap hari Sabtu dan Minggu. Sabtu pulang kantor pukul 14.00. Kalau semua tugas selesai di hari Sabtu, artinya hari Minggu aku bisa beristirahat sebentar hehehe.Bagaimana jika ada ujian kuliah ??? artinya selama kuliah, aku harus konsentrasi penuh untuk selalu mengingat apa yang diajarkan dosen, sehingga aku hanya mengulang saja pada saat sebelum ujian, tidurpun menjadi pukul 2/3 pagi.  Waktu itu aku punya pacar yang sangat baik terhadapku, si koko ini rajin banget jemput aku pulang kuliah. Terkadang aku ingin pulang sendiri naik angkot, tapi dia selalu muncul, kadang aku merasa tak enak karena aku tahu dia cukup bekerja keras seharian, yah si koko juga bukan orang kaya. 
Kadang aku berpikir, si koko ini aneh, kok bisa suka sama aku yang ga punya apa-apa,terus berjewarat,ubanan, padahal ada cewe yang kayaraya mau sama dia. Entahlah..... 

Saat masuk semester 2, aku tidak naik gaji. Itu artinya aku tidak akan bisa membayar uang kuliahku. Perhitunganku meleset, karena perusahaan yang biasanya setiap tahun naik gaji sebesar 10% , tahun ini tidak terjadi. Pusing sekali saat itu. Puji Tuhan, aku mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan kontraktor . Perusahaannya pada saat itu masih kecil, hanya beranggotakan 7 orang. Adminnya hanya berdua. Di sinilah aku banyak belajar mengenai dunia kerja. Bosku sangat baik memperbolehkan aku mengerjakan tugas kuliah di kantor, belajar di kantor asalkan semua pekerjaanku beres. Aku ingat sekali Bos Ceweku sampai sibuk menyetting bunyi telepon di mejaku supaya aku tidak terganggu saat belajar. OMG saat itu aku hanya bisa terharu hehehe, selain itu dia juga berkata kalau ada tugas mengetik, ketik di komputer kantor aja jadi aku tidak perlu membeli komputer. Baikkkk kannnn..... 

Perusahaan menjadi semakin besar, kami pindah kantor baru dan aku memiliki ruangan sendiri dengan kamar mandi privat. Kamar mandi penting bagiku, karena sebelum kuliah, aku biasanya mandi dulu. Dan Puji Tuhan, jarak kantor baru dengan kampus cukup dekat, sehingga terkadang aku tidak perlu merepotkan pacarku lagi karena jarak kantornya ke kantorku cukup jauh dan kampusku berada di tengahnya.

Dengan bertambahnya pengalaman bekerja dan pelajaran yang didapat dari kuliah, akhirnya aku bisa menyelesaikan semua mata kuliah dalam 3 tahun, setengah tahunnya adalah waktu untuk menunggu wisuda. Sedangkan ipk ku cukup memuaskan , yah aku berhasil mendapatkan ipk 3,35.

Persiapan sidang, wisuda, foto semua menggunakan uang hasil tabunganku. Rasanya puas sekali. Dan mimpiku terus berlanjut, aku akan ke Jakarta !!!  


Banyak sekali hal-hal luar biasa yang terjadi selama aku kuliah yang tidak sempat aku ceritakan satu per satu. Aku sangat merasakan kasih karunia Tuhan. Aku tahu Tuhan memberikan proses hidup ini supaya aku bisa memberikan kesaksian bahwa aku hidup karena belas kasihan Tuhan. Tuhan Yesusku Ajaib ^^.