Google Translate

Sunday, December 11, 2011

Mamaku ...

Mama adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki. Dia bagaikan diary-ku. Di malam hari, setelah aku menyelesaikan tugas2 sekolahku, aku akan bercerita mengenai hariku. Semua hal aku ceritakan, mulai dari pelajaran,nilai2ku,guruku,temanku,kenakalanku, bahkan sampai ke cowo yang aku taksir (hiihihihi). Setelah puas bercerita, maka aku akan pergi tidur.

Mama juga sangat mendukung kegilaanku pada dunia filateli dan korespondensi. Setiap minggu Mama akan menemaniku untuk mengirim surat atau cuma membeli perangko yang terbaru. Perangko yang kubeli dalam satu seri.Aku masih ingat, suatu hari aku batal mengirim surat ke LA, karena terlalu mahal akibat beratnya suratku. Mama akhirnya membelikan aku perangko berseri untuk menggantikan kekecewaanku.
(Btw, uang untuk kirim surat dan beli perangko berasal dari uang jajan yang kusisihkan loh..jadi ga minta2).

Kami juga sering bertengkar. Pertengkaran seputar kemanjaan anak dan kekesalan seorang ibu ke anak hehheee. Mama "Perfeksionis" sedangkan aku "Praktis". Habis bertengkar, tak lama kami akan berpelukan, berciuman (beneran cium bibir lohhhh hahahahaa).

Tahun 1999,
Aku berniat untuk menabung. Di hari Ibu, aku akan membelikan baju buat Mama. Sekaligus ungkapan terima kasih karena Mama telah mendukungku selama ini.

Entah mengapa dari awal tahun aku selalu meminta mama menemaniku saat tidur. Aku bahkan bisa menangis jika mama tidak menemaniku. Mama akan memelukku sampai aku tertidur.

Entah mengapa pula, Mama sering sekali berbicara aneh. Dia selalu berkata Jika Nanti Ga Ada Mama,
1. Kamu harus bertahan mempertahankan hidup,berjuang mencapai cita2 kamu
2. Rajin berdoa kepada Tuhan
3. Jangan bertengkar dengan Papa dan kakak2mu
4. Ingat jasa2 orang yang sudah baik padamu
5. Berbuat baik terhadap sesama 
6. Sabar dan Jangan Menangis

Kalimat2 itulah yang selalu ia keluarkan setiap hari. Kadang aku sampai bosan mendengarkannya.  

Ternyata...

Semua itu adalah pesan-pesan terakhirnya. Bulan Mei Mama pergi untuk selamanya. Itu artinya... baju yang ingin kuberikan tak tersampaikan.... dan aku mengerti ikatan batin antara anak dan ibu pada saat aku merengek minta ditemani tidur merupakan kesempatan yang diberikan Tuhan.

Yah.... separuh jiwaku pergi ... ada yang hilang ...
(seperti lirik lagu Mas Anang...) 

Lewat tulisan ini, aku hanya ingin menyampaikan pesan... di hari Ibu, Senangkanlah Ibu karena ada kesempatan di depan mata. Karena cuma Ibu yang mengerti hati anaknya, apalagi hati anak perempuannya.

Aku sendiri tidak larut dalam kesedihan, karena Mama selalu ada di hatiku selamanya....