Google Translate

Wednesday, January 18, 2012

Email dari Satria

Dear Hanny,
Sudah lama aku tidak pernah melihatmu. Sudah lama pula aku tidak pernah mendengar ocehanmu. Sudah lama kita tidak pernah main di time zone. Tiap kali aku mengingatmu, aku selalu terbayang kencan pertama kita, kau jatuh di tangga, yang kukira kau sengaja melompat dari tangga. Mungkin staff maintance melihat cctv rekaman kau jatuh sampai akhirnya tangga di mall itu diganti.

Jam dinding yang pernah kau berikan masih berada di kamarku. Dari awal, detikan jam tersebut jalannya sangat lamban sama sepertimu yang selalu lelet ketika aku menjemputmu ke kantor. Tapi jika aku yang telat menjemputmu, kamu akan mengomel sepanjang jalan sampai kumatikan radio.Bagaimana dengan ember merahku? Masihkan kau pakai untuk mencuci ?? Ember mahal yang sangat mengorek kantongku saat itu hehehehe.

Jika kita terlalu banyak berjalan,kakimu sering kram. Sedang aku, akan sakit kepala karena kolesterol. Pada akhirnya kita akan duduk kemudian saling memijit. Aku memijit kakimu, dan kamu memijit kepalaku. Setelah sehat, kita akan terus melanjutkan acara berikutnya yaitu ke bioskop.Bioskop juga merupakan tempat kita untuk beristirahat,kita kebanyakan tidur di bioskop ketimbang nonton.

Kalau makan di tenda, terkadang kau mengomel karena digigit nyamuk. Bentol2 semua pada saat itu. Aku cuma bisa tertawa melihat mukamu yang memelas sambil menggaruk2 kakimu. Sebagai balasannya, kamu akan memaksaku untuk bernyanyi lagu potong bebek angsa, yang semua kata belakangnya diganti O.     

Han, aku akan menikah akhir tahun ini. Seperti katamu, aku pasti akan mendapatkan yang terbaik. Dan itu benar menjadi kenyataan.Cinta butuh logika dan situasi yang tepat, pada saat itulah menjadi jodoh. Aku juga sangat bahagia, ketika mendengar kau akan menikah dengan lelaki yang kau doakan dari awal perkenalan sampai ia melamarmu. Sungguh beruntung dia, mendapatkan istri sepertimu. Aku pun beruntung karena melalui kamu,karakterku banyak diubahkan sehingga di saat yang tepat aku bertemu jodohku.  Semua tidak ada kebetulan, semua terjadi atas rencana Tuhan.

Aku ingin engkau datang sebagai pembawa cincin pernikahanku. Seperti janjimu padaku bahwa kita akan menjadi sahabat terbaik untuk selamanya. Saling support walau tidak bersama.  Kalau ga bisa, kamu harus datang di resepsiku ya, tidak ada alasan untuk tidak hadir. Tidak ada kendaraan,ke salon sampai lupa diri, sakit perut, atau apa pun TITIK.

Forever Friend
Satria.... 
10-10-2009

    



2 comments:

  1. Great,
    Menjadi sahabat dari mantan pacar membutuhkan perjuangan. :)

    ReplyDelete
  2. bewww mantap....aku suka len caro menulismu...
    sahabat spt kalian smp mati be dak akan lupo bahkan akan jadi bahan cerito utk anak2 kalian nanti ....

    ReplyDelete