Google Translate

Sunday, May 6, 2012

Precious Moment (lanjutan Precious Lesson 1,2,3)

Semua sudah siap. Aku akan menikah dengan teman kuliahku saat di Rusia ^^.

1. Undangan kami berbentuk sebuah buku mini ukuran Panjang 12 cm (12 adalah tanggal lahir kami berdua) Undangan tersebut memiliki 24 halaman yang merupakan total dari angka bulan kelahiran kami berdua yaitu di bulan 12. Isinya mengenai awal kami bertemu sampai akhirnya memutuskan untuk menikah + foto2 selama pacaran hingga prewed
Harapannya : agar para tamu mengetahui cerita cinta kami dan bisa ikut masuk dalam kebahagiaan kami.
2. Souvenirnya berupa gantungan kunci khas Rusia.
Harapannya : agar para undangan merasakan perasaan kami pada saat saling jatuh cinta di Rusia.
3. Menu2 Makanannya : adalah prasmanan beserta pondokan. Pondokan itu kami mengutamakan makanan yang sering kami makan pada saat pacaran. Di pondokan tersebut, kami sudah  memasang penjelasan mengapa kami suka makan makanan tersebut.
4. Lagu2 yang dimainkan juga adalah lagu2 favorit kami. Dentingan jazz musik Natal yang akan dilantunkan
karena kami mengadakan resepsi di bulan Desember.
5. Kue Pengantin nya adalah rancanganku sendiri. Dibantu oleh Guru-ku dlm proses pembuatannya. Setengah buatanku-lah hehehe.... Kue 3 tingkat, di tingkat paling atas ada patung kami berdua.
6.Pakaian yang dipakai oleh sang pengantin perempuan adalah perpaduan batik dan western. Sedangkan lelakinya memakai jas warna putih. Kami penggila warna putih ^^.

Senangnya... semuanya sesuai dengan impianku selama ini  "Private Wedding Party" di Bali

*****
Jantungku berdetak dengan kencang ketika memasuki Kapel. Calon suamiku sudah berdiri di depan altar, dengan tersenyum menyambutku....
 ***
Saatnya yang paling menegangkan...yaitu Pertanyaan Peneguhan Nikah ke Mempelai Pria....
(1). Apakah saudara mengakui dihadapan Tuhan Yesus dan JemaatNya bahwa saudara  bersedia dan  mau menerima Yumai sebagai istri saudara satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur hidup saudara?

Sandy hanya diam memandang Pendeta.Pendeta mengulangi pertanyaan yang sama, kali ini Sandy memandangku dengan serius. Aku bingung.
" Yumai... aku minta maaf...."
"Sandy...ada apa?" tanyaku heran
"Semalam aku melihatmu di Kapel ini,kamu berlutut dan menangis. Tagisan yang pilu sekali. Hatiku hancur... aku merasa berdosa sekali telah membohongimu selama ini..."
"Maksudmu apa?"... mataku mulai berkaca-kaca
Suasana menjadi hening sekali.....
"Awal pertemuan kita di Rusia....sebenarnya bukan aku yang menolongmu saat kau tertabrak mobil,tapi justru aku yang menabrakmu. Karena tak ada orang yang melihat, aku pura2 menjadi pahlawanmu, lama-lama aku jatuh cinta padamu."
"Donor darah waktu itu,bukan dari kamu?"...tanyaku dengan suara bergetar...
" Itu bukan darahku,aku bohong untuk menarik simpatimu...."
"Apa lagi yang kau sembunyikan dariku?" isakku....
"Aku tak pernah suka dengan piano,aku tak pernah suka dengan makanan lemper,aku tak suka warna putih,dan terakhir kali sebelum aku melamarmu, aku sengaja membuatmu dehidrasi dengan menambahkan laktosa di setiap makananmu,agar kau diare,karena aku tau kau intoleran laksota. Semua kulakukan agar kau berhutang budi kepadaku dan karena aku benar2 tak ingin kehilanganmu"...jelas Sandy lalu memegang tanganku sambil berlutut di hadapanku.
" Oh Tuhan....".... kurasakan kakiku lemas sekali,kepalaku pusing...

****
"Yumai...Yumai...." sayup2 kudengar suara orang memanggilku....
Kubuka mataku perlahan2, aku sudah berada di kamar hotel. Kulihat Sandy di samping ranjangku dengan matanya yang memerah.
" Yumai... maafkan aku ...."
" Sudah tak perlu meminta maaf lagi.... aku yang harusnya berterima kasih karena kamu jujur sebelum semua terlambat. Itu sudah membuktikan kau benar2 cinta padaku."
"Masih ada kesempatankah Yumai?"...
"Tidak...bukan karena aku benci padamu, tapi karena ini jawaban dari Tuhan,bahwa kau memang bukan tulang rusukku.Terima kasih telah mencintaiku dan kamu pasti mendapatkan seseorang yang lebih baik dari aku,sekarang pergilah dan jangan pernah mencari aku lagi."
Kami sama2 menangis dan aku tak melihat kepergiannya.....
Aku bangkit dari ranjang, mengganti gaunku,lalu berendam di bathup...air mataku sudah tak mengalir lagi...mungkin karena sudah kering....
****
Setelah memesan tiket pesawat online, aku berkemas2 lalu ke kamar mama dan papa.
"Ma...Pa... besok pagi aku berangkat ya ...."
"Mau S3 di mana Mai ?" tanya mama sampai terheran2
"S3? ngapain S3?....
"Mana tau...dulu waktu patah hati dengan Dodo, kamu S2 ke Rusia,"celoteh mama
" hahhaaa...siapa bilang aku patah hati kali ini,justru aku bahagia ma...bahagia karena masa depanku diselamatkan Tuhan.... jadi aku mau berlibur untuk merayakanya."

******
Tiba di bandara Sam Ratulangi, aku bergegas ke hotel menaruh barang2ku,lalu ke Bunaken. Akhirnya cita2ku ke Bunaken selama ini tercapai juga. Aku memilih duduk di tepi pantai sampai memandang pantai dan lautannya. Sungguh indah... apalagi hembusan anginnya terasa mendamaikan.....

Plakkkk..... kepalaku terkena sesuatu. Kulihat sesuatu itu, sebuah lemper. Kuambil lemper itu,dan kuserahkan kepada gadis kecil di dekatku.
"Tante...maap yah ga sengaja...."kata gadis kecil itu seraya mengambil lemper itu dari tanganku.
" iya ga pa pa... ade suka makan lemper ya?"
" sebenernya sih engga,karena kalo ade makan lemper suka sesak napas,tapi lemper ini isinya enak banget
dalamnya terdapat campuran salmon,beef teriyaki dan irisan keju." teriaknya sambil berlari.... "Da...tante..." 
Aku tersenyum memandangnya berlari. 
Jantungku berdetak kencang.Lemper,sesak napas,dan isi lemper itu mengingatkanku pada Dodo. Pantai ini juga dulunya menjadi saksi kedekatanku dengan Dodo. Tiba2 rasa rindu itu muncul,kasih yang tak sampai terhadap Dodo.
Tak lama kudengar suara gadis kecil itu lagi....
"tante..tante..."
"ya...?"
"om ini yang kasih aku lemper itu ..." tunjuknya ke samping
Aku menoleh ke samping dan kubuka kacamataku. Aku terbengong memandang lelaki itu.
"Dodo....." teriakku...
"Yumai...lho kok kamu di sini?"
" Om ... tante... ade pegi dulu ya...dipanggil mama....om ganteng dan tante cantik...pacaran aja ...." katanya sambil berlari menjauhi kami...
Aku dan Dodo saling memandang dan tersenyum. Oh senyum indahnya membuatku sukacita.
Dodo duduk di sampingku. Aku menghela napas panjang..... kuceritakan semuanya....
" Kurang ajar banget yah si Sandy...grrrrrrr.... geram rasanya ...." teriak Dodo setelah aku selesai cerita
"Yah... ga jodoh... mau gimana ..."
"Trus kamu gimana...sudah tenang?
"Aku bukan tenang, tapi bahagia hahhahaa, kamu gimana udah menikah?"
"hmmmm belum...."katanya pelan
"lho cewe yang waktu dulu pernah kamu ajak makan bareng siapa?"
"ohhh itu mah temen semua, i'm single..single ga tau sampe kapan!''
"hahahhahaha" kami hanya tertawa terbahak2....

****
3 hari bersama Dodo menggembirakan hatiku. Kami tertawa,bersenda gurau. Mengingat kejadiaan yang dulu2. Menikmati keindahan Manado. Malam ini Dodo akan mengajakku ke Bunaken lagi untuk melihat bintang di malam hari.
"Yumai, kapan pulang ke Yogya?" tanya Dodo
"Aku belum beli tiket pulang sih... sampai tabungan menipis aku baru pulang hahaha..."
"Mau kerja di sini ga? kerja di perusahaanku,aku lagi butuh akuntan nih,kamu kan akuntan publik ."
"hmmmmm... boleh juga sih,aku juga lagi nganggur"
"kirimlah lamaran ke hrd,tp ada syaratnya juga loh..."
"Apa aja?"
"Pendidikan min S1 ekonomi akuntansi,menguasai pajak,bisa inggris, dan terakhir harus mau jadi istri yang punya perusahaan"
"Hah? coba ulangi kalimat terakhir?"
"Harus mau jadi istriku"
Haduhhhh.... rasanya mau pingsan,tapi jangan deh jangan sampai pingsan karena ini moment yang paling bahagia seumur hidupku. Dilamar Dodo,pujaan hatiku selama ini.
"Gimana? malah melamun...serius ini Mai... mau ga?"
"Hah?"
"Aku sudah jatuh cinta sejak pertama kali kita ketemu.Masih ingat ga,kamu makan banyak banget. Tapi aku merasa teman karibku menyukaimu,jadi kupadamkan rasa itu. Sampai kita dekat, lalu masalah datang,saat itu perusahaan tempatku bekerja sedang goyang, aku merasa kamu lebih baik dengan temanku yang saat itu sudah mapan. Makanya waktu itu aku menjauhimu,ehhhh ternyata kamu malah kuliah di Rusia, yah terlambat aku mengejar pesawatmu waktu itu....."
"Ya ampunnnn... kenapa ga jujur dari awal sih? aku cuma berteman aja kok sama temenmu itu. Lagipula dia tau, aku suka kamu saat itu.Pake acara ga pede ga mapan,kita kan bisa membagun perekonomian bersama " omelku sambil menjewer telinganya.
"Aduhhh sakit...jangan jewer dong,cium aja hahahaaa, yahhh untuk segala sesuatunya ada waktunya,jodoh ga lari kemana".
"Eitsssss 'mang aku dah terima?"
"Harus terima lah, aku ga mau kita pisah2 lagi,lagian sekarang kita sama2 single dan aku udah mapan,siap lahir batin ga mau terlambat lagi. Bisa gila kalo lihat kamu menikah dengan orang lain.Selama menunggu kamu jadi istriku, kita isi dengan pacaran singkat aja...gimana?"
" hmmmmm.... gimana yah?...aku ga bisa deh....ga bisa nolak hahahhaa....Tuhannnn terima kasih buat malam yang indah ini...."...teriakku...
 " Aminnnnn" sambung Dodo sambil memelukku dengan erat.
 Bintang di langit terasa begitu dekat .....

****
Pernikahanku dengan Dodo amat sederhana. Hanya dihadiri keluarga dan teman dekat. Kami menikah di salah satu gereja di Manado. Kali ini dentingan lagu Erin H.Blake yang mewakili hatiku....
" You're The Answer To My Prayer" 



****