Google Translate

Thursday, September 18, 2014

Namanya juga Usaha

Selagi bisa diusahakan yah usaha terus...sampe bener2 ga bisa... apalagi kalo udah pake doa...terusin aja sampe Tuhan bilang TIDAK !!! ....

Tuesday, September 16, 2014

Kasihilah Ibu Mertua dan Suami mu ( Aku Jatuh Cinta Pada Bunda Maria)

Seringkali saya mendapat curhat dari teman2 yang akan atau sudah menikah. Biasanya seseorang yang dicurhat-in lebih pandai memberikan nasehat ketimbang membereskan masalahnya sendiri. Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengajari atau pun apa pun, mengingat saya belum menikah hehee ( sok toi lah yaaahhh), hanya buat sharing :)

Kita mulai yaaa..... 

1. Ibu Mertua VS Menantu 

Banyak sekali yang berkata kalau ibu mertua sangat beda dengan ibu kandung. Ya pasti beda-lah !!! Mungkin yang harus dipahami adalah ibu mertua itu adalah ibu dari pasangan loh. Ga ada ibu mertua ga ada pasangan, ga ada pasangan ga nikah loh, ga nikah ga punya anak loh :P. Nah loh  nah loh.... 

Kalau nurut saya yang belum ngalamin yah... (ngomong sih enak ya haha) : 
Untuk mencintai ibu mertua secara langsung pasti susah. Berusaha menarik perhatian dengan modus juga ga bertahan lama. Mengadu kepada pasangan,hanya akan membuat pasangan serba salah. Jika pasangan membela ibunya, sang istri biasanya kecewa terus lama2 timbul deh luka hati.  
Belum lagi kalau ibu mertua sudah mulai pikun, selalu menceritakan kisah masa lalu berulang-ulang. 
Pada saat itu rasanya pasti ga enak ya .... :( 
Pada saat situasi begitu, cobalah mengingat Bunda Maria. 
Ya Bunda Maria baik dan penuh kasih pasti beda dengan ibu mertua. 
STOP buat membandingkan, karena memang tidak perlu :)

Yang saya anjurkan adalah cobalah dulu mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus Kristus, lalu ingatlah bahwa Yesus lahir dari Perawan Maria. Bayangkan kasih Bunda Maria kepada Yesus, lalu cinta Yesus kepada Bunda Maria. Adakah alasan diantara mereka untuk saling mencintai ? Bagaimana perasaan Maria ketika melihat Yesus disalibkan dan kemudian meninggal ? 

Itulah perasaan seorang ibu kepada anaknya, sama seperti ibu mertua sayang kepada anaknya, sama seperti ibu kandung kita mencintai diri kita. Yang membedakan hanya kita terlahir dari rahim yang berbeda. Tidak ada seorang ibu yang tidak mencintai anaknya. Kalau kita menuntut ibu mertua baik kepada kita, adakah kita sudah baik terhadap ibu mertua?Setidaknya pada saat giliran kita jadi ibu mertua, kita sudah meneladani Bunda Maria sehingga yang ada hanya kasih yang tulus.  
Peluk dan bilang aku mengasihi ibu. Ajaklah mengerjakan segala sesuatu bersama, memasak bersama, belanja bersama, ke salon bersama, ke rumah ibadah bersama atau jika berbeda saling menemani. 
Dan yang paling penting adalah berdoa, doakan setiap hari :)  

* saya sok tau ya, ibu mertua aja ga ada wkwkwkw, tapi gini2 saya sering bergaul dengan ibu mertua orang lain hehehe mudah2an suatu hari bisa saya praktekan ya.. 

2. Suami yang Berubah setelah Menikah 

Menyesal menikah! Kalau ga punya anak saya sudah cerai ! Lama-lama cinta saya habis! DLL 
STOP juga deh bilang gitu.... 

Saya percaya sekali pasangan suami istri yang sudah menikah dan punya anak adalah satu kesatuan yang sudah direncanakan Tuhan. Mungkin juga memang sudah jalannya jika lelaki itu berubah setelah menikah. Yang diingat wanita tercipta dari tulang rusuk pria. 
Bayangkan juga.... Menjadi suami itu juga tanggung jawabnya besar, 
Harus Menghidupi Keluarga Seumur Hidup !
Peran istri dan suami adalah seimbang. Yang paling penting adalah komunikasi harus lancar. Lelaki biasanya lebih susah dalam mengungkapkan perasaaannya secara langsung sehingga wanita sering salah tanggap. 
Jadi istri bukan harus mengalah tapi HARUS MENGERTI, caranya bersyukurlah sudah ada yang menemani dalam menjalankan hidup ini. Jika suami tidak bertanggung jawab sepenuhnya, doakan saja, kuasa doa itu Nyata (ini juga banyak yang curhat loh), sabar menanggung segala sesuatu,anggap sebagai bagian dari pembelajaran hidup sebelum memasuki masa tua yang mungkin beda lagi permasalahannya.  

* Saya sendiri diajak Tuhan untuk mengalami hal-hal luar biasa sebelum dipertemukan dengan the one :) 
   mudah2an bisa dipraktekan ya....


Latar Belakang Tulisan ini : 
saya tergerak buat menulis karena dari berbagai curhat dan beberapa perjalanan hidup yang saya alami 

** Ceritanya pada suatu siang hari, saya ga sengaja berdoa di sebuah gereja. Saya melihat patung Bunda Maria mengendong Yesus. Saat itu hati saya seperti diperbaharui, dan timbul rasa cinta yang mendalam kepada Bunda Maria. Seperti ada aliran kasih yang luar biasa dalam diri saya. Saya menangis dan beban rasa sakit yang saya derita sepertinya diambil oleh Bunda Maria. 
Di hari Minggu saya ikut seorang teman baik saya ke gerejanya , dan melihat patung tubuh Yesus di pelukan ibunya Maria setelah penyaliban Yesus. Ada rasa haru yang mendalam ketika melihat cinta Bunda Maria memeluk tubuh Yesus . 
Sejak malam itu sampai hari ini, saya selalu mengingat Bunda Maria, mengingatnya timbul kasih.   
Yah... saya belajar kasih seorang ibu dari Bunda Maria :)  
    
1 Korintus 13-2
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 



Monday, September 1, 2014

Novena Yang Tidak Pernah Gagal

Oh, Hati Kudus Yesus yang dipuji dan dimuliakan selama-lamanya.
Maria Ibu Yesus yang diberkati dan Santo Yosef, doakanlah kami
Arahkah doaku dan kabulkanlah permohonanku.
(...ucapkan permohonan anda...)
Semoga Hati Kudus Yesus disembah, dimuliakan, dan dipuji di seluruh bumi kini dan selamanya.
Yesus Kristus, kami percayakan diri kami ke dalam tanganMu... (diulang 6 kali)

+ Doa Bapa Kami (1x)
+ Doa Salam Maria (1x)

Doakan selama 9 hari berturut-turut.

Jika teman-teman kesulitan berdoa, coba baca tulisan ini
http://www.helenchandra.com/2015/06/tuhan-perbaikilah-persahabatanku-yang.html

Untuk menjalin komunikasi, yuksss like fan page Saya
https://m.facebook.com/myHaCe/
Thanks

                                          Waktu Tuhan