Google Translate

Saturday, December 20, 2014

Ia Yang Telah Pergi

Ia yang telah pergi
Meninggalkan  kenangan
Membawa nafasku
Melayangkan harapanku

Mengingatmu....
Air mataku jatuh
Darahku beku
Hatiku pilu
Lidahku kaku
Jantung Hatiku....

Hari ini...
Kusematkan doa
Atas kepergianmu

Tiga tahun lalu
Bagaikan sedetik lalu

Dan aku sekarang....
Meneruskan jiwa kita
Terus Berjalan, Terus Melangkah
Demi buah cinta kita
Yang kelak menjadi saksi
Bahwa Cintaku Hanya Untukmu
Abadi....
Sampai kita bertemu lagi...


Puisi ini buat si mbak yang tadi malam tiba-tiba cerita bahwa tepat 3 tahun lalu, 20 Desember, suami tercintanya pergi untuk selamanya. Satu hal yang kuingat dari perkataannya bahwa cintanya sejati.







No comments:

Post a Comment