Google Translate

Thursday, December 18, 2014

Pertama Kali Menggunakan Kacamata

Pertama kali aku memakai kacamata saat kelas 6 SD.  Semula orang tuaku tidak percaya aku tidak bisa melihat dengan jelas tulisan di papan tulis. Dikira papa aku hanya ingin ikut-ikutan mama  yang juga memakai kacamata. Sampai akhirnya papa mengajakku ke dokter mata dan barulah ia percaya. Minusku saat itu kiri 2 dan kanan 2,5. Cukup tinggi.

Aku pun dibelikan kacamata ( dengan catatan kacamata harga termurah) di kampungku. Ketemulah kacamata seharga Rp 250.000,- , cukup mahal bagi kami. Warnanya kuning keemasan dan kacanya agak tebal. Hari pertama menggunakan kacamata, aku senang sekali karena tulisan di papan tulis sangat jelas. Artinya aku tidak perlu menumpang melihat catatan teman sebangkuku. Kadang ia kesal karena merasa terganggu saat aku melihat bukunya ketika ia sedang mencatat , sedangkan ia harus mengejar tulisan di papan tulis sebelum dihapus.

Baru sebulan memakainya, kacamataku patah. Kualitasnya memang ga begitu bagus, budget cuma segitu apa bisa dikata hehehe.  Untunglah bisa disambung lagi, tetapi bekas sambungannya tidak bisa dicat warna kuning. Selama masih bisa digunakan, aku cuek sajalah menggunakan kacamata beda warna. Selama 3 tahun aku menggunakan kacamata itu. Setelah SMA, pamanku memberikan aku ampao, sesegera mungkin aku membeli kacamata baru, kali ini warnanya hitam.

Hingga kelas 3 SMA, aku baru mengenal softlens. Itu saja harus ke Palembang untuk membelinya. Aku pun membeli merek yang termurah dan cukup bagus. Saat itu soflens yang kupakai adalah tahunan, jadi kebayang joroknya gimana hihi...

Akhirnya waktu kerja, aku bisa menggunakan softlens 3 bulanan. Karena saat itu sambil kuliah, minus mataku naik menjadi 6, otomatis aku mencari softlens yang termurah lagi dan aku tertipu..kualitas soflens sangat jelek. Aku pun terpaksa berkabur ria selama sebulan demi menunggu gajian untuk dapat membeli yang baru.

Kondisi keuangan sudah membaik, aku akhirnya menggunakan softlens bulanan sampai dengan tahun 2011.
Selama itu, aku menggunakan kacamata sebagai cadangan yang kubeli dari SMA ^^.

Tahun 2011/12  aku bisa menggunakan RGP (baca postingan RGP Pahlawan Mataku)
Tahun 2013 aku bisa lasik mata (baca postingan Great Mataku Normal)

Hmmmm.....
Mata kabur itu memang menyusahkan, selain harus menguras kocek ketika minus bertambah, juga harus menahan beratnya kacamata. Kalau mampu sih bisa langsung menggunakan RGP (rekomen banget sama hardlens ini, top markotop top ). Kalau tidak mampu , harus sabar seperti saya hehehe...
berdoa,kerja keras dan menabung...

Semogalah suatu hari ada yang mau mendirikan toko kacamata murah dengan kualitas bagus khusus untuk orang yang tidak begitu mampu. Kebayang rasanya apabila seseorang yang matanya minus, harus bekerja, tetapi penglihatan kabur. Aku pernah melihat seorang Bapak pengayuh becak menggunakan kacamata tebal sekali di Palembang. Saat itu, aku belum mampu membelikan ia kacamata, waktu itu gajiku hanya cukup untuk membiayai kuliah,kursus mandarin, kost dan makan yang super seadanya. Setiap melihatnya aku cuma bisa berdoa semoga suatu hari bisa menggunakan kacamata yang lebih tipis. Bayangkan saja, sambil mengayuh becak, ia harus fokus melihat jalanan dengan kacamata yang berat.
Sampai sekarang juga aku masih teringat Bapak itu. Yah semoga saja keadaan matanya jauh lebih baik.



No comments:

Post a Comment