Google Translate

Tuesday, January 20, 2015

Mimpi 1 : Aku Ingin Menjadi Sarjana

Kehidupanku berubah drastis ketika usaha orang tuaku dinyatakan bangkrut pada saat krisis ekonomi tahun 1998. Aku sendiri tidak bisa mengingat kenapa semuanya bisa terjadi karena waktu itu umurku masih sangat kecil. Yang aku tahu, mulai saat itu aku harus berhemat. Untunglah orang tuaku mendisiplinkan kami anak2nya untuk selalu bekerja sebelum mendapatkan sesuatu. Sepulang sekolah, kami diharuskan untuk menjaga toko demi mendapatkan uang saku. 

Saat itu caturwulan ke-3 kelas 3 SMU. Teman-temanku sudah mengikuti beberapa test masuk ke beberapa universitas di Jakarta. Sedangkan aku, hanya bisa tersenyum ketika ditanya akan melanjutkan kuliah di mana. Kuliah adalah Mimpi. Tak ada harapan, karena untuk sampai menamatkan SMU di kampung saja dibiayai oleh pamanku. Betapa sedihnya aku saat itu. 

Sebelum ijasahku dibagikan, aku sudah bekerja sebagai kasir di sebuah perusahaan distributor makanan. Hanya bertahan 3 bulan aku bekerja di sana, dan aku bertekad untuk ke Palembang. Untuk kuliah, aku harus bekerja di Palembang.  Dan aku pun berangkat ke Palembang.

Pertama kali menginjakkan kaki di Palembang, aku sudah merasakan kasih karunia Tuhan. Oh ya, sebelumnya aku datang ke Palembang ingin menumpang di rumah pamanku, setibanya di sana, dengan halus dia berkata bahwa aku tidak bisa tinggal di rumahnya. Karena Tuhan itu baik, Dia yang mempertemukan aku dengan seorang wanita yang kupanggil cece untuk tinggal di rumahnya. Ajaib sekali karena aku baru pertama kali bertemu dengannya. Yang mengenalkan kami adalah sepupuku. Hari kedua, aku melamar pekerjaan tetapi kutolak karena ternyata aku disuruh berjualan barang2 rumah tangga. Hari Ketiga, aku dipanggil buat interview di perusahaan retail, dan Puji Tuhan aku diterima sebagai Admin Hutang. Aku ingat sekali, sepatuku dibelikan oleh sepupuku, dan baju kerjaku juga diberikan oleh sepupuku. Yah aku ke Palembang dengan uang 150rb dan tanpa pakaian kerja. 

Bagaimana aku hidup dengan uang 150rb sebulan? Buat makan siang, aku membeli nasi warung 2.500, terkadang teman-temanku yang bergiliran membawakan aku nasi putih atau beserta sayurnya. Kadang temanku membawakan mi instan sebagai lauknya. Untuk malam hari, sepupuku yang mengirimkan aku makanan. Terkadang aku makan masakan si cece. Si cece tinggal berdua dengan anaknya, suaminya sedang mengurus perpindahan mereka di Lampung. Aku sendiri tidurnya di ruang tamunya,karena kamarnya cuma ada satu. Untuk makan pagi, aku lupa apakah sempat makan atau tidak hehehe.... 

Tiba saatnya cece kan pindah ke Lampung, dia memberikan aku tinggal gratis karena masih ada perpanjangan sewa rumahnya. Aku pun mengajak temanku si Boyen buat tinggal bersamaku. Dia setuju. Orang tua Boyen yang memberikan kami televisi dan kompor gas. Artinya kami berdua bisa berhemat dengan memasak. 

Beberapa bulan kemudian, aku sudah bisa mengatur keuanganku. Seingatku gaji pertamaku 400rb dan akhirnya naik menjadi 550rb. Dalam sebulan, aku menabung 100rb karena aku mau mengumpulkannya dalam setahun, untuk bisa mendaftar kuliah D1 bidang komputer. Biayanya 1jt. 

2 tahun bekerja, akhirnya uangku terkumpul, aku dan teman kantorku Yul dan Mer akhirnya memutuskan untuk kuliah S1. Kami bertiga bukanlah anak orang kaya, kami kuliah dari uang kami sendiri. Kami hanya bermodalkan nekat masuk test dan kami diterima. Dalam satu bulan, kami harus melunasi uang masuk sekolah 3,5 juta. Dan aku masuk rumah sakit karena kena demam berdarah. Entah dari mana aku harus mendapatkan uang lagi.  Aku sudah memutuskan untuk tidak kuliah hari itu, yul dan mer sudah mendapatkan uangnya, sedangkan aku belum. Saat itu mereka juga ikut mencarikan dana buatku. Malam harinya, papaku meneleponku dan ia berkata besok bisa mengirimkan uangnya. Puji Tuhan..... aku berhutang kepada papaku. 

Aku mulai kuliah, dan rasanya berat sekali. Pagi hari aku bangun jam 6/6.30 WIB lalu bersiap buat bekal kantor (mie instan/nasi uduk ibu2),masuk kantor pukul 08.00Wib, dan aku ke kantor jalan kaki. Pulang dari kantor pukul 16.00 Wib dan langsung menuju kampus naik becak patungan bertiga, dan masuk kelas pukul 17.00Wib. Istirahat pukul 18.30 Wib, kami bertiga hanya makan roti dan minum aqua sebotol berbagi, karena uangnya untuk dipergunakan fotokopi buku cetak per bab. Beli buku cetak adalah kemustahilan bagi kami. Pukul 19.00 masuk lagi dan pulang pukul 21.00/21.30. Setelah itu, aku harus mencari makan lagi dan akhirnya bisa tidur pukul 23.00 / 24.00 Wib. Yah beginilah hari-hariku. 

Bagaimana dengan tugas kuliah ??? Tugas dikerjakan setiap hari Sabtu dan Minggu. Sabtu pulang kantor pukul 14.00. Kalau semua tugas selesai di hari Sabtu, artinya hari Minggu aku bisa beristirahat sebentar hehehe.Bagaimana jika ada ujian kuliah ??? artinya selama kuliah, aku harus konsentrasi penuh untuk selalu mengingat apa yang diajarkan dosen, sehingga aku hanya mengulang saja pada saat sebelum ujian, tidurpun menjadi pukul 2/3 pagi.  Waktu itu aku punya pacar yang sangat baik terhadapku, si koko ini rajin banget jemput aku pulang kuliah. Terkadang aku ingin pulang sendiri naik angkot, tapi dia selalu muncul, kadang aku merasa tak enak karena aku tahu dia cukup bekerja keras seharian, yah si koko juga bukan orang kaya. 
Kadang aku berpikir, si koko ini aneh, kok bisa suka sama aku yang ga punya apa-apa,terus berjewarat,ubanan, padahal ada cewe yang kayaraya mau sama dia. Entahlah..... 

Saat masuk semester 2, aku tidak naik gaji. Itu artinya aku tidak akan bisa membayar uang kuliahku. Perhitunganku meleset, karena perusahaan yang biasanya setiap tahun naik gaji sebesar 10% , tahun ini tidak terjadi. Pusing sekali saat itu. Puji Tuhan, aku mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan kontraktor . Perusahaannya pada saat itu masih kecil, hanya beranggotakan 7 orang. Adminnya hanya berdua. Di sinilah aku banyak belajar mengenai dunia kerja. Bosku sangat baik memperbolehkan aku mengerjakan tugas kuliah di kantor, belajar di kantor asalkan semua pekerjaanku beres. Aku ingat sekali Bos Ceweku sampai sibuk menyetting bunyi telepon di mejaku supaya aku tidak terganggu saat belajar. OMG saat itu aku hanya bisa terharu hehehe, selain itu dia juga berkata kalau ada tugas mengetik, ketik di komputer kantor aja jadi aku tidak perlu membeli komputer. Baikkkk kannnn..... 

Perusahaan menjadi semakin besar, kami pindah kantor baru dan aku memiliki ruangan sendiri dengan kamar mandi privat. Kamar mandi penting bagiku, karena sebelum kuliah, aku biasanya mandi dulu. Dan Puji Tuhan, jarak kantor baru dengan kampus cukup dekat, sehingga terkadang aku tidak perlu merepotkan pacarku lagi karena jarak kantornya ke kantorku cukup jauh dan kampusku berada di tengahnya.

Dengan bertambahnya pengalaman bekerja dan pelajaran yang didapat dari kuliah, akhirnya aku bisa menyelesaikan semua mata kuliah dalam 3 tahun, setengah tahunnya adalah waktu untuk menunggu wisuda. Sedangkan ipk ku cukup memuaskan , yah aku berhasil mendapatkan ipk 3,35.

Persiapan sidang, wisuda, foto semua menggunakan uang hasil tabunganku. Rasanya puas sekali. Dan mimpiku terus berlanjut, aku akan ke Jakarta !!!  


Banyak sekali hal-hal luar biasa yang terjadi selama aku kuliah yang tidak sempat aku ceritakan satu per satu. Aku sangat merasakan kasih karunia Tuhan. Aku tahu Tuhan memberikan proses hidup ini supaya aku bisa memberikan kesaksian bahwa aku hidup karena belas kasihan Tuhan. Tuhan Yesusku Ajaib ^^. 

No comments:

Post a Comment