Google Translate

Monday, May 25, 2015

Awal Mula Warung Makan - Masih Draft Banget hehehe

Beberapa hari yang lalu, ada temen saya yang nanya2 perihal pembukaan toko pempek. Dia seorang pembuat cup cake yang sangat bagus, yah mamanya dulu pembuat kue yang terkenal di kampung kami.
Ada juga bekas pemilik cafe pempek yang bertanya mengenai manajemen karyawan. "Sepertinya manjemennya udah bagus" komentarnya pada saat dia bertanya-tanya. Wah, saya udah keGr-an duluan, si master bertanya pada anak didiknya hehehe....

Saya coba menceritakan bagaimana awal mulanya terjadinya kehidupan (kayak kitab Kejadian aja hehehe).

* Beberapa point Penting
Usaha restoran itu sangat kompleks. Kita bukan hanya menjual produk,tapi kualitas,value dan makna makanan tersebut, apakah berguna bagi penikmat kuliner atau tidak.
Pekerjaannya juga sangat kompleks.
Mulai dari pemilihan bahan baku, misalnya untuk membuat pempek, tkita tidak pernah tahu kualitas seekor ikan apakah sesuai standar kita atau tidak, berarti kita pun harus tahu bagaimana menghadapi adonan dengan kualitas ikan yang berbeda.
Persediaan bahan baku, kita juga tidak pernah tahu kapan bisa rusak, seperti timun,cuka, kuah -kuah, saos dll. Di sini kita harus tahu betul bagaimana caranya bahan baku tersebut bisa awet, salah satunya bahan-bahan tersebut dicuci bersih lalu keringkan dan dimasukkan dalam plastik baru kemudian dimasukkan dalam kulkas.
Peralatan juga loh, gelas-gelas sering pecah, jadi kudu di rebus dulu gelas-gelas itu, kemudian biarkan dingin baru kemudian dicuci dan digunakan tujuannya agar partikel kaca menyatu.
Banyak juga peralatan lain yang harus dijaga n dirawat baek-baek yaa

Kalau sudah punya toko, otomatis tidak bisa kerja sendiri lagi. Dibutuhkan pengawai min.1 orang, kalau restoran mau dibuka dari pagi sampai malam maka dibutuhkan 2 orang buat shift pagi atau malam.
Contohnya warung makan saya ya..

Saya memulainya dengan menjual makanan yang paling saya suka, yaitu Pempek. Sebagai orang Palembang, saya benar2 tidak bisa hidup tanpa Pempek. Jenisnya yaitu : Pempek Kecil (Adaan,Keriting,Telur Kecil,LEnjer Potong), Kapal Selam, Rujak Mie, Tekwan, Model, Lenggang. Untuk Menu Beratnya saya menjual Nasi Ayam Goreng Ceria (Nasi Putih,Ayam Goreng dengan toping Sambal Kentang Hati dan Tempe Orek dan cabe hijau), Sop Borobudur yaitu sop yang terbuat dari daging&iga sapi,tidak berminyak.
Untuk minuman sendiri ada : special ramuan sendiri :  Es Teh Cincau dan Es Ceria yang menyehatkan tubuh.Ada juga kopi,cokelat,milo,lemon tea, juice,dll
Dessertnya sendiri tersedia : marmer cake, puding dan pisang goreng keju coklat (resep keluarga)
Coba diperhatikan makanan yang saya jual adalah makanan yang tidak perlu saya masak pada saat itu juga. Artinya saya tidak harus stay di restoran saya setiap saat. Cukup memberikan training kepada para pegawai dan saya bisa keluar mencari customer, menjalin kerjasama dan melakukan aktivitas freelance di beberapa kota.

Btw, sekian dulu, besok lanjut lagi, ada film horor soalnya mau nonton dulu.... *baru habis tutup toko
Maaf tulisannya rada kacau yaaaaa






No comments:

Post a Comment